Leather Indonesia Blognews

blog untuk pengembangan industri kulit dan informasi produk kulit di Indonesia

3 Pabrik Penyamakan Kulit Berhenti Produksi

Jakarta – Sebanyak tiga pabrik penyamakan kulit menghentikan produksinya semenjak akhir tahun 2008 lalu. Hingga kini tiga pabrik yang berlokasi di Tangerang dan Jakarta itu belum beroperasi karena seretnya permintaan ekspor yang berdampak pada cashflow perusahaan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Penyamakan Kulit Indonesia (APKI) Senjaya A. saat dihubungi detikFinance, Kamis (16/4/2009).

Senjaya mengatakan dari 3 pabrik yang menghentikan produksinya, satu lokasi berada di Tangerang dengan kapasitas 80.000 square feet per bulan dengan tenaga kerja 150 orang. Selain itu ada 2 lokasi di Jakarta dengan masing-masing kapasitas produksi 25.000 square feet per bulan dengan tenaga kerja total 50 orang.

Selama ini kapasitas produksi industri penyamakan Indonesia untuk produk kulit sapi, kambing dan domba totalnya mencapai 150 juta square feet per tahun. Rata-rata dari produksi sebanyak 25% diekspor ke luar negeri.

“Penjualan dari tahun kemarin mulai turun, di kuartal satu 2009 saja permintaan turun 40%, akhirnya berpengaruh sama produksi,” jelasnya.

Selain 3 perusahaan penyamakan skala besar dan menengah yang mulai menghentikan produksinya, sebanyak 400 industri penyamakan skala rumah tangga mulai terancam stop produksi karena menghadapi kondisi yang sama. Sedangkan 70 perusahaan skala besar masih kembang kempis karena cashflow yang seret.

Restrukturisasi Mesin

Senjaya mengatakan mengenai restrukturisasi (peremajaan) mesin yang digelontorkan oleh Departemen Perindustrian (Depperin) sebesar Rp 20 miliar bagi sektor penyamakan akan sangat tergantung konsistensi anggotanya untuk berinvestasi membeli mesin.

“Kondsi krisis saat ini, anggota kita berpikir ulang lagi apakah perlu investasi lagi. Masalahnya kita nggak punya modal, pemerintah bantu tetapi harus kita keluar dulu 100% modal,” katanya.

Seperti diketahui Depperin akan memberikan potongan pembelian investasi mesin barus sebesar 10% dari jumlah pembelian bagi sektor penyamakan. Hingga kini setidaknya di anggota APKI sudah ada 5 perusahaan yang berminat mengikuti program restrukturisasi mesin termasuk di Sukabumi, Cisarua dan lain-lain.

http://www.detikfinance.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: