Leather Indonesia Blognews

blog untuk pengembangan industri kulit dan informasi produk kulit di Indonesia

Penyamakan Kulit di Jawa tahun 1817

Agung Wicaksono*

Penduduk Jawa, seperti juga penduduk wilayah lain, telah mengenal teknik penyamakan kulit sejak dahulu kala, tetapi teknik penyamakan yang lebih kompleks dan lebih kuat hanya dikenal lewat interaksinya dengan bangsa Eropa. Saat ini teknik penyamakan kulit telah maju. Ada dua jenis pohon yang kulit pohonnya biasa digunakan untuk menyamak, yaitu jenis tumbuhan di pantai dan jenis lain tumbuh di pedalaman. Kedua jenis pohon ini dan tambahan pohon jenis lain menghasilkan bahan penyamak nabati yang berkualitas baik. Kulit yang telah disamak dibuat sepatu, kantong, pelana, keperluan berkuda, dan lain-lain. Pembuatannya ada dibeberapa distrik, terutama di Surakerta, dimana harganya cukup murah dan jenisnya banyak. Teknik pembuatannya tidak lebih buruk dari penyamakan di Madras dan Bengali. Harganya tidak mahal, sepasang sepatu harganya sekitar setengah crown (mata uang Inggris) sepasang sepatu boot seharga 10 shilling, satu pelana 30-40 shiling, dan satu set perlengkapan berkuda untuk empat ekor kuda, harganya antara 10-12 pounds. Sumber : The History of Java karangan Thomas Stamford Raffles (1817), terjemahan Eko Prasetyoningrum dkk, Narasi Yogyakarta hal 109.

*) Agung Wicaksono,

Staf pengajar jurusan Kriya Seni di Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: